Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Saya membaca di news.detik.com pemerintah mencium adanya mafia diyat(kompensasi) TKI yang terancam dipancung di saudi, termasuk di kasus satinah. Menko kesra Agung Laksono mengimbau masyarakat mewaspadai hal itu. Dan menurut Agung, pemerintah sudah memegang informasi terkait indikasi mafia diyat terhadap kasus TKI dari ungaran, semarang, jawa tengah, tersebut. Namun pemerintah belum mengetahui mafia tersebut. Dan karena warga indonesia ingin di hukum pancung terjadi konflik antara yang PRO dan KONTRA:
* yang PRO sampai membuat bantuan buat satinah dengan Save for Satinah, kelompok ini menyebarkan informasi dari segala media dan mengumpulakan uang demi satinah. Bahkan, banyak artis yang ikut serta dalam usaha menyelamatkan satinah.
* dan sedangkan yang KONTRA beranggapan bahwa satinah memang terbukti bersalah. Satinah dianggap sebagai pembunuh majikan dan pencuri uang majikannya. Mereka beranggapan untuk apa menolong orang yang telah terbukti bersalah di pengadilan. Padahal kasus pengadilan Satinah ini memakan waktu hampir 7 tahun sejak peristiwa pembunuhan (juni 2007).
Saya tidak berhak menyatakan bahwa arab saudi salah atau satinah yang salah, saya hanya bisa memberi nasihat "Ketika kamu di dzolimi janganlah kamu balas dengan mendzoliminya dan sampai membunuhnya, karna ada sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad SAW ketika itu nabi menjenguk seseorang yang memusuhi nabi dan juga ada seseorang kaum kurais yang tidak bisa melihat dan selalu menjelek-jelekan nabi dan ada seorang yang suka memnyuapinya makan dan ketika nabi wafat dia berkata orang yang sekarang menyuapini ku ini tidak sama seperti yang biasanya menyuapini ku kemarin, Sahabat berkata: yang menyuapini mu telah wafat di ia adalah Nabi muhammad SAW. Dan kaum kurais itu menangis dan dia menyesal selama itu dia selalu menjelek-jelekan Nabi muhaamd SAW". menurut saya ketika seseorang mendzolimi kita janganlah kita balas dengan mendzoliminya lagi tetapi dengan kebaikan kita dan keramahan kita dalam menghadapinya.
Maaf bila ada kata-kata yang salah, mohon di maafkan
saya hanya manusia biasa yang tidak luput denga kesalahan
terima kasih sudah membaca dan mengunjungi blog saya
wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
No comments:
Post a Comment